Halaman

BIOGRAFI

Nama : SUMADI
Tempat tanggal lahir : Wonogiri.14 Januari 1971
Alamat : Plurugan Rt.09 Rw.10 Tirtonirmolo Kasihan Bantul Jogjakarta (dekat pabrik gula madukismo)
Telp : 0274 -414631
Hp : 0816677232
Email : etnik_jawa@yahoo.com
Blog : http://sumadietnik.blogspot.com/

Anak ke tiga dari tiga bersaudara,Sumadi Lahir Di tameng, girikikis, giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah 14 Januari 1971. Semasa kecil Ia senang Menari. Bergabung Dengan Seniman Senior Godod Sutedjo, Dan Di Bimbing Langsung Oleh Kakak Kandungnya (Ledek Sukadi) Sumadi masuk SMSR Setelah 3 tahun Terlambat Sekolah. Ada Usaha Ada Hasil. Studio Dibangun Seluas 9x14 Full bangunan. Disinilah Sumadi hidup tenang berkarya ditemani Istri tercinta Sri Prihatiningsih.
Sumadi banyak melukiskan keunikan warga pedesaan dengan segenap keluguannya,Sumadi mencoba menawarkan obyek-obyek dengan bungkus modern. Tehnik goresan pisau palet dan warna-warna dari waktu kewaktu bergeser ke arah khas . Wanita....,wanita bagi seorang Sumadi adalah sesuatu obyek yang tak pernah habis untuk dilukis. Karena pada wanita terdapat banyak segi yang menarik untuk dilukis. Hanya pada lukisan Sumadi tak akan terjumpai bentuk tubuh wanita yang cantik dan menggiurkan. Disini Sumadi mengemukakan lebih cenderung pada masalah Artistik.
Beginilah cara sumadi menyampaikan rasa hormat dan trimakasih kepada kaum Wanita yang telah melahirkan kita didunia ini. Melalui lukisan Sumadi berharap agar Tuhan selalu memberkati dalamkehidupan seninya.

PAMERAN TUNGGAL:

1998 - Pameran tunggal “ ETNIK JAWA” di Hotel Grand Mahakam Jakarta.
2001 – Pameran tunggal di Hotel Novotel Yogyakarta
2003 - Pameran tunggal” INI BARU JOGJA” di Gallery Millinium Jakarta.
2006 - Pameran tunggal “KE EMPATNYA SUMADI” distudio Etnik Jawa Yogyakarta.
2008 – Pameran tunggal KE-5 di studio Etnik jawa Yogyakarta.



PAMERAN BERSAMA:

1991 – Pameran bersama di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
1992 – Pameran Grafis seni di Taman Budaya Yogyakarta.
Pameran bersama di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Pameran di KYOTO JEPANG.
1993 – Pameran FKY V di Yogyakarta.
Pameran “ACTIVE YOUNG PEOPLE” di Shini Gallery Ubud Bali.
Pameran Pelukis Muda di Yogyakarta.
Pameran “Gelar 1000 Pelukis” HUMPUS di Jakarta.
1994 – Pameran FKY VI di Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Pameran “ UJUNG GUNUNG” di Shini Gallery Ubud Bali.
Pameran “ GARIS WARNA TALENTA MUDA” di Jakarta.
Pameran Kelompok 7 di Bentara Budaya Yogyakarta.
1995 – Pameran HUT ANCOL XX di Jakarta.
Pameran Pelukis Purwokerto di baturaden.
Pameran bersama “TOKEK GALLERY” di Delf Belanda.
1996 – Pameran FKY VII di Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Pameran SIMPATI SAPTOHUDOYO di Karta pustaka Yogyakarta.
1997 – Pameran FKY IX di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Pameran Paguyuban Gelar Kencana di Yogyakarta.
1998 – Pameran Bersama di Hotel melia Purosani di Yogyakarta.
Pameran Bersama di Galleria di Yogyakarta.
1999 – Pameran FKY XI di Museum Beteng Vredeburg Yogyakarta.
Pameran Hari Kartini di Hotel Garuda Yogyakarta.
Pameran di “ GALLERY SAMSUNG HEAT” di Korea Selatan.
Pameran Hari Anak-Anak Internasional di Hotel Garuda Yogyakarta.
Pameran Bersama di Wisma Mitra Budaya Jakarta.
2000 – Pameran Bersama di Hotel Garuda Yogyakarta.
Pameran Bersama di Surabaya.
2001 – Pameran Bersama di Hotel Ambarukmo Yogyakarta.
Pameran FKY XIII di Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Pameran Bersama di “ RED SEA GALLERY” Singapura.
2002 – Pameran FKY XIV di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Pameran di Gedung PDM di Yogyakarta.
Pameran Bersama di jakarta.
Pameran “ Kelompok 16 GAYA” di Museum Beteng Vredeburg Yogyakarta.

2003 – Pameran “ 3 PELUKIS” di Hotel Melia Purosani Yogyakarta.
Pameran “ 19 PERUPA “ Dari Bantul Melihat Indonesia di Rumah dinas Bupati Bantul.
Pameran “KELOMPOK SELARAS” di Museum Beteng Vredeburg Yogyakarta.
2004 – Pameran “TOMBO ATI” di Studio Etnik Jawa Yogyakarta.
2005 – Pameran “SELARAS” di Tembi Gallery Yogyakarta.
2006 – Pameran “JOGLO” di TBS Solo Jawa Tengah.
2007 - Pameran Bersama “JOGLOSEMAR” di TBS Solo Jawa Tengah.
Pameran Bersama di Gallery Tembi Yogyakarta.
Pameran perdana 3ta/TRITA GALLERY cleban yogyakarta.
Pameran Ultah “YAYASAN SUAKA ANANDA”di Hotel Ratan Iin Kalimantan selatan.
Pameran BANTUL BANGKIT di tembi gallery yogyakarta.
2008 – Pameran Ultah SANGGAR BAMBU di taman budaya yogyakarta.
2009 – Pameran selaras ‘ BANGUN TIDUR’ di galeri biasa yogyakarta.


KEKUATAN DALAM KESEDERHANAAN:

ETNIK JAWA, Sebuah slogan yang tampak sederhana di gunakan oleh SUMADI, Pelukis muda kelahiran Wonogiri 1971 untuk menandai karya-karyanya.
Tak beda dengan penampilannya yang juga sederhana,Demikian dengan karya yang ia kerjakan .
Lukisan dengan obyek kehidupan masyarakat desa atau tepatnya masyarakat kampung di sudut jogja dimana dia tinggal, ia lukiskan dengan cara sederhana pula.

Hampir lukisannya bernuansa coklat tua sebagai latar belakang sedangkan obyeknya sedikit diberi warna yang hampir senada dengan latar belakang.Bentuk obyeknya pun tidak terlalu rumit.Beberapa figur biasanya di susun untuk mendapatkan sebuah cerita tentang kehidupan disekitarnya.

Figur utamanya biasanya wanita, yang oleh Sumadi dilihat sebagai mahkluk mulia yang selalu memberinya Inspirasi untuk melukis, dalam lukisan Sumadi, daya tarik wanita bukan pada kecantikan lahiriah atau seksualnya, namun tampak justru pada sifat-sifat umum kewanitaan,seperti suka mengasuh. Bercengkerama bersama atau yang lainnya.

Memperhatikan karya Sumadi serta sikapnya dalam melukis, lalu mengamati dunia seni Rupa jogja saat ini .Sungguh saya seperti melihat adanya sebuah kekuatan yang tak pernah surut, Kekuatan yang terus menerus hidup dalam masyarakat jogja.

Kekuatan yang justru bersandar pada kesederhanaan sebagai mana pola hidup kebanyakan masyarakat jogja tampaknya telah ditangkap dan diekspresikan dengan baik oleh Sumadi.

Lalu bagaimana posisi karya Sumadi bila dibandingkan dengan karya “ KONTEMPORER” yang katanya mengandung “ISI “ pikiran yang canggih dan kompleks.Atau bagaimana posisi lukisan Sumadi bila dibandi ngkan dengan karya pasar yang katanya mengandung nilai “Investasi” menggiurkan dan sangat berbau uang.

Saya sangat yakin “DRAMA” seni Rupa Indonesia masih berlangsung,dan waktulah yang akan menjadi penguji ketahanan dan kekuatan para pelakunya.